Home STRUKTUR DAN KONSTRUKSI struktur dan konstruksi Prinsip-prinsip Pondasi untuk Bangunan

Prinsip-prinsip Pondasi untuk Bangunan

struktur dan konstruksi

Pondasi merupakan bagian bangunan yang berfungsi sebagai telapak agar struktur keseluruhannya dapat berdiri mantap di atas tanah. Namun demikian ada pula jenis bangunan yang menggunakan pondasi alas apung karena berdiri di atas air/sungai/danau. Setiap pondasi bangunan perlu dirancanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga membutuhkan konstruksi yang sederhana. Jika tanahnya labil dan memiliki daya dukung buruk, maka pondasinya juga harus lebih kompleks. Lokasi bangunan yang berdiri di atas tanah bukit keras dan berbatu-batu memiliki jenis tanah yang baik dan menyebabkan bangunan yang berdiri di atasnya tidak mudah tenggelam/amblas ke dalam tanah. Di sisi lain lokasi bangunan yang berdiri di atas rawa lembek memiliki jenis tanah yang buruk dan menyebabkan bangunan mudah terperosok ke dalamnya.



Beberapa jenis pondasi dibuat untuk mengantisipasi terperosoknya bangunan ke dalam tanah yang memiliki daya dukung buruk. Ada tipe pondasi dalam yang dibuat dengan memancangkan tonggak sampai kedalaman tertentu hingga ujung bawahnya mencapai tanah keras. Ada pula pondasi dalam yang dibuat tanpa harus panjang hingga mencapai tanah keras namun badannya tidak rata hingga gesekan antara badan tiang pondasi dan tanah yang ada di sekelilingnya mampu menahan berat bangunan. Ada tipe pondasi dangkal yang menganggap bangunan seperti perahu dan tanah adalah lautnya, hingga tercipta sistem yang membuat bangunan terapung di atas tanah.

Pondasi dalam yang mengandalkan tanah keras dimensinya ditentukan oleh hasil survey pengeboran data kedalaman tanah keras. Pondasi dalam yang mengandalkan gesekan badan tiang dimensinya ditentukan oleh kekuatan tanah dalam mencengkeram tiang pondasi. Dimensi pondasi dangkal ditentukan dengan lebar pondasi yang mampu menampung beban bangunan. Pondasi dangkal di lokasi tanah yang buruk bahkan dapat menetapkan konstruksi pondasi dengan pelat menyeluruh selebar tapak bangunan. Ketinggian atau kedalaman pondasi dangkal bukanlah tolok ukur ketepatannya, namun lebar pondasi yang menapak di atas tanahlah yang menjadi perhitungan. Konstruksi pondasi dalam dibuat dengan beton, sedangkan konstruksi pondasi dangkal dapat dibuat dengan beton atau pasangan batu.

Pondasi dalam ditetapkan pada titik-titik tertentu yang diperhitungkan agar dapat merata menyangga beban bangunan. Titik-titik ini perlu dihubungkan dengan balok agar dapat menyangga sisi bangunan yang tidak menumpu tepat di atas pondasi dalam. Besaran balok tergantung dari jarak titik-titik pondasi dalam dan beratnya beban bangunan yang dipikul. Ada perhitungan matematis dalam bidang teknik sipil yang dapat menentukan dimensi pondasi beserta balok yang menghubungkannya. Balok-balok penghubung antar titik pondasi ini disebut dengan ’sloof’ atau ’tie beam’. Pondasi dalam digunakan untuk bangunan yang berat/besar dai ketinggian 2 lantai, 3 lantai sampai gedung pencakar langit. Pondasi dangkal dapat digunakan untuk bangunan yang tidak terlalu besar setinggi 1 lantai dan 2 lantai. Sistemnya dapat berupa titik, lajur maupun pelat secara menyeluruh. Untuk sistem titik dan lajur perlu dipertimbangkan luasan alasnya bersesuaian dengan daya dukung tanah dan berat bangunan.

Dalam satu gugus bangunan dapat terjadi beban yang berbeda pada setiap bagiannya. Dengan demikian dalam mendukung setiap bagian berat bangunan yang berbeda juga memiliki besaran pondasi yang berbeda-beda pula. Bahkan jika perbedaan berat bagian bangunan cukup tinggi, perlu dibuat pemishan struktur yang disebut dengan ’dilatasi’. Pemisahan struktur ini juga berlaku untuk bangunan yang memiliki gugusan panjang, hinga perlu dibuat ’dilatasi’ menjadi beberapa penggal bagian bangunan.

Oleh : Tjahja Tribinuka
Dosen Jurusan Arsitektur ITS

 

Comments
Search
Haryono Suparto  - gimana mengatasi peletakkan pondasi telapak pada t   |2009-11-17 00:23:57
aku lagi bangun rumah, rencanannya 2 lantai cuman lantai 1 dan 2 aku pake pelat
cor, ketika akan dilakukan penggalian tanah lubang untuk pondasi telapak yang
digali terdapat batu besar yang menghalangi sedangkan kedalaman lubang masih
dangkal (40 cm dibawah permukaan tanah)gimana pemecahannya? terima kasih untuk
penjelasannya.
akira  - pertanyaan   |2010-04-13 06:32:12
aku mau tanya niey...

jika membangun rumah 2 lantai dengan panjang 10 m dan
lebar 9 meter,tp lantai 1 cuma sebagai basement (tanpa dinding ),jika
menggunakan pondasi batu kali dengan alasnya 6ocm X 60cm dan tinggi 80 cm apakah
sudah kuat??kl misalnya belum kuat,berapakah ukuran minimal pondasi batu
kalinya???

dan kolomnya ukuran 20cm X 20cm apakah sudah cukup??
tribinuka   |SAdministrator |2010-04-30 07:04:59
salam saudara Haryono dan Akira, tulisan di atas bersifat prinsipil dan
teoritis, untuk detail struktur secara jelas dan aman sebaiknya menggunakan jasa
ahli struktur. banyak hal terkait dengan kekuatan bangunan, misalnya jenis
tanah, komposisi bahan campuran, besarnya beban, cara pelaksanaan dan lain-lain.
anang  - a   |2010-05-17 22:28:29
untuk pondasi rumah uk 6 meter x 6 meter tinggi 2 lantai, bagaimana bentuk
pondasinya ?
terimakasih.
tribinuka   |SAdministrator |2010-06-01 08:57:31
kalau jenis tanahnya sangat buruk harus menggunakan pondasi dalam dengan bor
atau tiang pancang. kalau tanahnya cukup baik yang paling efisien menggunakan
pelat beton setempat dengan sloof (balok bawah tanah) yang berdimensi minimal 20
cm X 30 cm
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Search
Clocks
Ulti Clocks content
space1

Web design Surabaya

desain website

Desain website Surabaya.

Jasa SEO Surabaya