Home PERMUKIMAN Permukiman Nelayan Permukiman Nelayan di Sabang Mawang Barat

Permukiman Nelayan di Sabang Mawang Barat

permukiman

Pulau Sabang Mawang terletak di sebelah Utara pulau Natuna, sebuah pulau yang berada di ujung Utara wilayah perairan Indonesia. Pulau natuna berada ribuan kilometer di antara Laut natuna dan Laut Cina Selatan. Di pulau yang terpencil ini terdapat jajaran rumah penduduk yang merupakan permukiman para nelayan.

Keunikan dari permukiman ini adalah lokasinya yang hampir 90% berdiri di atas permukaan pantai/laut. Pulau Sabang Mawang memiliki topografi berbukit, sehingga orang akan sulit mendirikan rumah di lahan yang miring. Dengan mendirikan bangunan di atas laut, justru akan memiliki kemudahan serta akses menuju perairan sebagai tempat mata pencahariannya.

Penduduk Sabang Mawang Barat memiliki budaya melayu, rumahnya yang berbentuk panggug dibentuk dengan konstruksi tertentu di mana ciri utamanya adalah pada perbedaan perletakan papan di bagian gevel. Untuk dinding, papan dipasang dengan posisi horizontal, sedang untuk gevel dipasang vertikal dengan rangkaian yang menumpuk dan berselingan panjang-pendek.

Satu-dua rumah ada yang justru berada di tengah laut sejauh 200 meter dari bibir pantai. Rumah tersebut kadang kala juga hanya berfungsi sebagai gudang nelayan. Di kolang bawah rumah yang ada di tengah laut tersebut di pasang jaring pada tiang-tiang penyangganya. Di dalam jaring dipelihara ikan-ikan langka yang dapat hidup sampai berbulan-bulan hingga mencapai panjang 80cm. Jenis ikan napoleon merupakan makanan laut khas kabupaten Natuna yang sering diekspor ke beberapa negara.

Hal yang merugikan bagi rumah penduduk yang berada di atas laut adalah masalah keamanan dan pencemaran laut. Masalah keamanan terjadi karena konstruksi rumah memang dibuat dengan pemikiran yang sangat sederhana, baik dari segi teknis maupun dimensi bahan kayu. Pada saat angin besar melanda permukiman ini pernah terjadi beberapa rumah roboh masuk ke dalam laut. Masalah keamanan yang lain adalah geladak-geladak penghubung antar rumah yang dapat rusak dan ambruk sewaktu-waktu. Dari segi keamanan pemakaian, geladak ini juga tidak diberi pengaman berupa pagar sehingga memungkinkan jika ada balita yang melaluinya bisa tercebur ke dalam laut.

Masalah pencemaran terjadi karena penduduk selalu membuang sampah limbah rumah tangga dan tinja ke dalam laut dan tepi pantai. Telah terlihat bahwa pantai sudah demikian tercemar oleh sampah hingga air laut yang berada di tepi pantai berwarna keruh. Padahal air laut yang berada dalam kedalaman 1 sampai 2 meter terlihat jernih hingga tampak ikan-ikan hias dan batu-batu karang yang indah.

 

Oleh : Tjahja Tribinuka
Dosen Jurusan Arsitektur ITS

foto-foto resolusi tinggi tentang permukiman nelayan di Sabang Mawang Barat dapat dilihat di galeri foto

Comments
Search
bahairudin nordin  - melancong ke natuna   |2009-09-25 16:58:22
saya dari malaysia tertarik mengenai natuna yang agar jauh penduduk masih
mengamal budaya melayu. bagaimana mau kesana dari indonesia
tribinuka   |SAdministrator |2009-10-10 23:48:25
dengan pesawat berangkat dari bandara hang nadim, batam menuju ke bandara di
ranai, natuna. perjalanan membutuhkan waktu 2 jam

salam, tribinuka
Anonymous   |2010-04-09 13:16:04
DI NATUNA ITU,SUSAH SINYAL TLP SELULER!!KDANG HRUS NUNGGU 2HR!TOLNG DONG,SMUA
OPERATOR SUPAYA SINYLNY D PERKUAT..
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Search
Clocks
Ulti Clocks content
space1

Web design Surabaya

desain website

Desain website Surabaya.

Jasa SEO Surabaya