Home PERANCANGAN KOTA Perancangan Kawasan Kawasan Pecinan di Tanjung Balai karimun

Kawasan Pecinan di Tanjung Balai karimun

perancangan kota

Tanjung Balai Karimun adalah sebuah kota yang bernama ’Tanjung Balai’ di pulau ’Karimun’, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini terletak di Selat Malaka, pada jalur perdagangan yang strategis antara Singapura dan Sumatera. Di pulau yang cukup jauh lokasinya dari daratan ini terdapat kawasan pecinan yang sudah berusia hampir 100 tahun. Kawasan pecinan ini menandakan sejarah dari kegiatan perdagangan yang cukup ramai di Selat Malaka.

Kawasan pecinan Tanjung Balai Karimun yang paling ramai berada di dekat pelabuhan laut membujur pada jalan yang mengarah dari Timur ke Barat. Masih tersisa beberapa bangunan perdagangan masyarakat keturunan China di kawasan tersebut disamping bangunan-bangunan baru yang mulai menggusurnya. Bangunan penduduk keturunan China berupa toko dua lantai dengan beranda lantai dua yang lebih menjorok ke depan sehingga menjadi atap dari pedestrian jalan. Walau ornamentasi bergaya klasik menghiasi bangunan toko tersebut, masih terasa adanya nafas melayu dengan bagian bangunan yang berdinding papan.

Di masa pembangunannya, bahan bangunan berupa batu-bata dan semen sulit didatangkan dengan transportasi yang memadai dari kota-kota industri di seberang laut. Di sisi lain hutan masih banyak menyimpan bahan kayu yang siap digunakan. Penggunaan kayu inipun tidak serta-merta dipakai sebagai elemen konstruksi secara vernakular, tapi diolah, diukir dan diperhalus sehingga membentuk komposisi yang estetis.

Ada keunikan tersendiri dari bangunan  toko dua laintai ini, yaitu adanya pintu di lantai dua yang menghadap ke jalan tanpa adanya teras. Seakan menjadikan pertanyaan bahwa orang yang melalui pintu tersebut pasti akan langsung terjatuh ke jalan. Namun ternyata pintu tersebut memang tidak untuk dilewati dengan berjalan kaki. Pintu tersebut berguna untuk loading barang di lantai atas yang dipergunakan sebagai gudang. Dengan adanya pintu tersebut orang akan dengan mudah menaikkan barang dari jalan dan menariknya dengan tali dari atas.

Penduduk di kawasan pecinan tersebut beragam, ada yang menganut agama Kong Hu Chu, dan ada yang menganut agama Islam. Dalam satu jalur jalan saja terdapat dua tempat ibadah yaitu kelenteng dan masjid yang hanya berjarak 300 meter. Dalam perkembangannya sampai dengan saat ini kawasan pecinan Tanjung Balai Karimun telah berisi bangunan modern hingga empat sampai lima lantai. Kebanyakan bangunan polos tersebut digunakan untuk usaha menjadikan rumah sarang burung walet. Tampilan yang khas dari kawasan pecinan menjadi terselinggi bangunan tinggi yang polos dan hanya memiliki lubang untuk keluar/masuk burung walet.

 

Oleh : Tjahja Tribinuka
Dosen Jurusan Arsitektur ITS

 

foto-foto resolusi tinggi tentang kawasan pecinan di Tanjung Balai karimun dapat dilihat di galeri foto

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Search
Clocks
Ulti Clocks content
space1

Web design Surabaya

desain website

Desain website Surabaya.

Jasa SEO Surabaya