Merancang Keindahan Taman di Halaman
| lansekap |
Sebuah bangunan berupa rumah tinggal, perkantoran maupun jenis lainnya terkadang tidak selalu dibangun memenuhi halaman yang tersedia. Biasanya disisakan lahan kosong yang bermaksud untuk digubah menjadi taman yang asri. Taman tersebut dapat dipadukan dengan fasilitas lain seperti kolam renang dan gazebo. Bahkan sebaliknya ada yang konsep perancangan bangunannya justru dibuat dengan mengoptimalkan taman terlebih dahulu. Konsep ‘garden restaurant’ adalah salah satu contoh dari perancangan ini. Taman sengaja didesain sebagai faktor yang utama untuk dieksplorasi, kemudian bangunan mengikutinya. Adapula yang memadukan rancangan secara bersama-sama antara taman dan bangunan, di mana taman bukan hanya pengisi lahan kosong, tetapi memang ditetapkan sebagai salah satu elemen arsitektur yang setara dengan ruang-ruang fungsional lainnya.
Ketika sebuah bangunan memiliki lahan kosong yang akan digubah menjadi taman, terlebih dahulu dianalisis aspek aktifitas yang berkenaan dengan taman. Apakah lahan kosong tersebut akan menajdi taman yang dapat dilihat dari kamar tidur dengan jendela kecil, atau dari ruang keluarga dengan jendela besar, atau alternatif-alternatif aktifitas lainnya. Jika lahan kosong cukup luas, apakah diperlukan adanya gazebo atau kolam ikan. Jika titik-titik aktifitas fungsional tambahan ini telah ditetapkan, maka perlu dianalisis kembali jalur pencapaian yang melewati taman. Perlu ditetapkan jalur yang membuat taman dilewati dari pintu ruang keluarga menuju teras depan rumah, ataukan ada jalur dari teras belakang menuju gazebo, dan lain-lain. Jejalur ini selayaknya nanti dirancang dengan perkerasan berupa jalan setapak.
Dalam merancang jejalur berupa jalan setapak atau perkerasan utuh sebaiknya tidak banyak membagi lahan untuk taman hingga terpenggal-penggal menjadi bagian-bagian kecil. Jejalur ini dapat dibuat meliuk hingga tersisa lahan yang lebih luas dan menyatu untuk taman. Taman yang luas akan lebih indah dilihat daripada taman yang terpenggal kecil-kecil. Bentuk jejalur sebaiknya mengikuti pola bentuk yang ada di dalam bangunan. Jika bangunannya cenderung berbentuk kotak, maka sebaiknya jejalur juga berbentuk kotak. Jika ada elemen lengkung-lengkung di dalam bangunan maka jejalurnya dapat ditentukan dengan bentuk jajaran lingkaran atau ellipse.
Saat memulai memilih tanaman, sebaiknya ditentukan dulu fokus dari taman. Fokus adalah sebuah titik tempat yang paling optimal dalam taman untuk dilihat dan dinikmati. Di dalam fokus ini ditanam tanaman yang paling menonjol, dapat dipilih yang memiliki bentuk paling unik, warna paling menyolok ataupun tanaman yang paling tinggi. Fokus tersebut biasanya berada di sudut halaman dan lebih baik dalam posisi yang jauh. Jika taman demikian luasnya perlu dibuat beberapa fokus dalam jangkauan penglihatan manusia saat menikmati taman. Dengan jarak yang jauh ini nantinya bagian depan fokus dapat diisi tanaman-tanaman intermedietnya.
Rancangan tanaman dan kelompok tanaman yang intermediet dapat dibuat lebih dari satu. Akan lebih baik jika bervariasi besarannya sehingga taman lebih terlihat dinamis. Pelu pula ditetapkan tanaman jalur yang biasanya menjadi batas antara tanah dan dinding bangunan. Tanaman jalur ini berfungsi untuk menutupi dinding yang kotor jika terkena percikan air di atas tanah. Baik bagian fokus maupun intermediet dari taman dapat dilengkapi dengan elemen lain seperti patung, lampu dan bebatuan. Cara penataan elemen taman tersebut sebaiknya juga tidak melawan azas dari bagian utama dari fokus dan bagian pendukung dari intermediet.
oleh : Tjahja Tribinuka
Dosen Jurusan Arsitektur ITS
| Comments |
|









