Rekayasa Struktur Tenda untuk Desain Pasar Ikan Bulak, Surabaya
| design |
Desain sebuah pasar dilaksanakan dengan spesifikasi yang sesuai dengan ciri, jenis dan kebutuhannya. Pasar dalam satu daerah tertentu akan memiliki ciri yang berbeda dengan pasar di daerah lain dalam tata cara berjual beli. Demikian pula dengan ciri dari pasar tradisional yang pembeliannya dilakukan melalui cara tawar menawar tentu juga akan berbeda dengan pasar modern yang serba dijual belikan dengan harga pas. Bahkan lebih variatif lagi, sebuah pasar modern memiliki ciri dan keunikan tertentu dalam cara berjual beli antara satu perusahaan perdagangan dengan perusahaan yang lainnya. Keberhasilan desain pasar selain didapatkan dari pengelolaan data spesifik tentang ciri, jenis dan kebutuhannya juga ditentukan pula oleh inovasi kreatifitas dalam rangka penyelenggaraan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat penggunanya.

Bentuk arsitektur dari bangunan pasar merupakan salah satu unsur penarik bagi pengunjung selain dari sistem perjual-belian, loading barang, sirkulasi dan berbagai aspek teknis lain. Bentuk arsitektur membuat pengunjung dan calon pengunjung mendapatkan pengalaman visual tertentu saat berbelanja. Kegiatan berbelanja bukan hanya dapat diciptaka sebagai aktifitas pokok, namun juga dapat terakselerasi menjadi fasilitas yang bersifat rekreatif. Unsur rekreatif inilah yang menyebabkan seseorang lebih senang mengunjungi satu tempat dibanding tempat lain. Berbagai pengolahan bentuk yang atraktif memicu nuansa gembira dapat dihadirkan sebagai nilai tambah yang memberi kekayaan tampilan arsitektur.

Salah satu inovasi olah bentuk diterapkan dalam desain Pasar Ikan Bulak di Surabaya oleh Rurale Studio. Kreasi bentuk diarahkan pada rekayasa struktur tenda pada bagian entrance pasar. Ide-ide digali agar dapat mendapatkan formulasi konstruksi mega struktur rangka. Namun demikikan ternyata faktor biaya menjadikan pertimbangan pencarian bentuk lagi yang lebih sederhana. Kesederhanaannya bukan serta-merta untuk menghapus ide struktur tenda, namun untuk pencarian sistem yang dapat diwujudkan dengan biaya yang lebih sesuai anggaran. Proses desain menampilkan kronologi bentuk dari yang rumit menjadi simpel. Upaya studio Rurale yang tiada henti untuk mencari titik tengah antara inovasi ide dengan kemampuan anggaran dari klien (Pemerintah Kota Surabaya) menghasilkan perbincangan proses berarsitektur.

Desain Pasar Ikan Bulak di Surabaya telah menjadi salah satu wacana arsitektur yang menonjolkan struktur sebagai dialek aksentuasi dari keseluruhan tampilan arsitektur. Sayap-sayap bangunan yang berposisi intermediet dirancang dengan modular struktur yang umum dan sederhana. Unsur pemikat yang terletak pada bagian tengah dan berfungsi sebagai entrance ditampilkan dalam bentuk yang lain dengan penonjolan struktur tenda. Struktur merupakan salah satu dialektika dalam bahasa arsitektur yang terbawa tampil menjadi komunikasi bentuk. Dialektika struktur tersebut dapat ditonjolkan dengan suatu konsep.

Bentuk arsitektur dari bangunan pasar merupakan salah satu unsur penarik bagi pengunjung selain dari sistem perjual-belian, loading barang, sirkulasi dan berbagai aspek teknis lain. Bentuk arsitektur membuat pengunjung dan calon pengunjung mendapatkan pengalaman visual tertentu saat berbelanja. Kegiatan berbelanja bukan hanya dapat diciptaka sebagai aktifitas pokok, namun juga dapat terakselerasi menjadi fasilitas yang bersifat rekreatif. Unsur rekreatif inilah yang menyebabkan seseorang lebih senang mengunjungi satu tempat dibanding tempat lain. Berbagai pengolahan bentuk yang atraktif memicu nuansa gembira dapat dihadirkan sebagai nilai tambah yang memberi kekayaan tampilan arsitektur.

Salah satu inovasi olah bentuk diterapkan dalam desain Pasar Ikan Bulak di Surabaya oleh Rurale Studio. Kreasi bentuk diarahkan pada rekayasa struktur tenda pada bagian entrance pasar. Ide-ide digali agar dapat mendapatkan formulasi konstruksi mega struktur rangka. Namun demikikan ternyata faktor biaya menjadikan pertimbangan pencarian bentuk lagi yang lebih sederhana. Kesederhanaannya bukan serta-merta untuk menghapus ide struktur tenda, namun untuk pencarian sistem yang dapat diwujudkan dengan biaya yang lebih sesuai anggaran. Proses desain menampilkan kronologi bentuk dari yang rumit menjadi simpel. Upaya studio Rurale yang tiada henti untuk mencari titik tengah antara inovasi ide dengan kemampuan anggaran dari klien (Pemerintah Kota Surabaya) menghasilkan perbincangan proses berarsitektur.

Desain Pasar Ikan Bulak di Surabaya telah menjadi salah satu wacana arsitektur yang menonjolkan struktur sebagai dialek aksentuasi dari keseluruhan tampilan arsitektur. Sayap-sayap bangunan yang berposisi intermediet dirancang dengan modular struktur yang umum dan sederhana. Unsur pemikat yang terletak pada bagian tengah dan berfungsi sebagai entrance ditampilkan dalam bentuk yang lain dengan penonjolan struktur tenda. Struktur merupakan salah satu dialektika dalam bahasa arsitektur yang terbawa tampil menjadi komunikasi bentuk. Dialektika struktur tersebut dapat ditonjolkan dengan suatu konsep.

| Comments |
|
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26









